Setiap manusia yang berada di dunia ini pasti mempunyai keinginan dan cita-cita, kesuksesan ataupun keberhasilan adalah suatu harapan yang urgensi setiap manusia dalam aktifitas yang sering mereka lakukan, misalnya seorang pedagang mempunyai suatu harapan usahanya sukses dan mendapatkan keuntungan yang berlimpah, seorang pegawai atau karyawan menginginkan didalam usahanya berjalan dengan lancar sesuai dengan yang telah direncanakan, begitu juga seorang pelajar atau mahasiswa mengharapkan keberhasilan dan kesuksesan yang gemilang dalam studinya, maka segala aktifitas apapun yang termasuk aktifitas kesehari-harian, setiap orang mempunyai keinginan segalanya itu terlaksana sesuai dengan apa yang mereka harapkan kesuksesan dan kelancaran .
Akan tetapi pada kenyataannya, tidak semua orang dapat meraih kesuksesan yang ia inginkan, seseorang dikatakan bisa meraih kesuksesan bila ia mengetahui jalannya. Begitu juga kita yang sedang berjuang dalam menuntut ilmu bisa berhasil jika kita sudah mendapatkan suatu manhaj (metode) yang bisa membuka kesuksesan dan keberhasilan dalam belajar, perlu diingat suatu tempat yang sangat terhormat dihadapan masyarakat adalah bagi orang yang sukses dan berhasil bukan pada orang yang gagal, adapun hal-hal yang sangat urgensi yang dapat mengantarkan kita pada sukses dan meraih prestasi diantaranya :
Pertama sesungguhnya kesuksesan itu bukan suatu khayalan tapi waqi’i (nyata)
Kalau lah seseorang menganggap bahwasanya keberhasilan itu merupakan suatu khayalan atau angan-angan belaka itu tidak benar, kesuksesan merupakan suatu tujuan pokok yang dapat membawa kita untuk memfokuskan akal pikiran kita dan mendorong untuk melaksanakannya
Kedua bahwasanya kesuksesan itu tidak akan akan datang pada kita secara tiba-tiba
suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri oleh manusia seseorang fisibel secara tiba-tiba ia bisa sukses, tentunya dibalik semua itu terdapat suatu kesungguhan, ketekunan dan kerja keras tidak ada suatu rahasia untuk menggapai sukses kesuksesan itu dapat terjadi karena ada persiapan, kerja keras, dan mau belajar dari kegagalan.
Ketiga adanya sikap percaya diri atau rasa optimisme bisa mendorong kita meraih suatu prestasi, jikalau kita memiliki sikap percaya diri atau rasa optimisma dalam hati yang kuat dan tidak menggantungkan diri kita pada suatu pandangan atau pun penilaian orang lain, berarti kita telah mendapatkan masdar (sumber) kekuatan dan kemampuan untuk hidup sukses
Kiat untuk menanamkan sikap percaya diri atau optimisme dalam hati kita, maka belajarlah untuk selalu menghargai diri kita sendiri sebagaimana kita menghargai orang lain, berfikirlah yang optimis dan hindari dari sikap pesimis karena dengan sikap inilah yang dapat menjadikan manusia putus asa, merobohkan semangat, hilangnya kepribadian, dan sikap cemas yang berlebihan .
Belajar yang kondusif atau efektif yaitu seseorang itu dapat sukses dan meraih prestasinya dengan belajar, artinya bahwa belajar itu memiliki cara, tujuan, dan metode tersendiri. Belajar bisa dikatakan efektif bila teknik, cara, dan metodenya direalisasikan dengan benar, lantas sekarang bagaimana cara kita menyingkapi belajar efektif ini diantaranya :
Alangkah baiknya jika kita berwudhu sebelum belajar. Insya alloh dengan air wudhu dapat menjadikan tubuh dan pikiran kita segar dan fresh
Membaca Al- qur’an terlebih dahulu walaupun hanya dua, tiga ayat agar jiwa dan hati kita diberikan ketenangan karena ketenangan jiwa akan menyertai dan membaw kita menuju kesuksesan
Berdo’alah sebelum belajar karena doa itu senjatannya orang-oreang muslim
Usahakan konsentrasi yang benar dan jauhilah dari komponen-komponen yang dapat mengganggu konsentrasi kita terhadap pelajaran
Tentukan lah waktu yang tepat untuk belajar, kalau masalah waktu ini tergantung pada keinginan individual, tetapi berdasarkan penganalisaan waktu paling baik untuk kita belajar yaitu menjelamg shubuh atau pagi setelah shubuh.
Tempat juga sangat berpengaruh bagi kenyamanan kita dalam belajar, pilih lah tempat yang bersih dan kondusif, kita tidak selalu belajar terus didalam kamar untuk menghilangkan rasa bosan, jenuh dan memberi semangat kita yang baru kita bisa belajar di mesjid, taman, dan balkon atau tempat lainnya yang mendukung dan mendorong suasana belajar kita.
Itu hanya sekilas tentang metode belajar yang efektif dan kondusif
Kita harus mengetahui untuk mengenal hakikat dan karakteristik sukses adapun point-point diantaranya :
Alloh akan menyelamatkan kita dari api neraka
Meraih cintanya Alloh dan orang-orang yang mencintai Alloh serta segala sesuatu yang dapat menyampaikan kita pada cintanya Alloh
Hari-hari kita akan senantiasa lebih baik dari sebelumnya, dan bermanfaat bagi sesamanya.
Tingkatan-tingkatan (tahapan) sukses
Ahli manajemen diri menganalogkan bahwa kesuksesan itu senantiasa berada dalam tahapan-tahapan. Yaitu tidak ada kesuksesan yang diraih dengan secara tiba-tiba. Kesuksesan itu merupakan untaian proses yang terus menerus dan tidak akan terpisahkan .karena segala aktifitas itu perlu dicapai dengan usaha sedangkan tawakal merupakan suatu proses yang spiritual yang mengiringinya semakin kuat berusaha kita semakin kuat bertawakal kita begitu juga sebaliknya .
Adapun secara global saja tingkatan ataupun tahapan sukses itu :
Memiliki tujuan dan target
Dalam kenyataanya, sosok orang yang sukses dalam meraih prestasi itu yaitu seseorang yang memiliki tujuan dan target yang kuat dalam hati sehingga sesuatu yang telah ia rancang dengan sebaik-baiknya akhirnya bisa direalisasikan, dan perlu untuk kita ingat bahwasanya manusia itu tidak dirancang untuk gagal tetapi manusialah yang gagal untuk merancang
Benar-benar dalam memikirkan tujuan dan tidak main-main
Tanamkanlah dan pikirkanlah dalam sanubari kita tujuan kita mulai sekarang hilatlah kedepan perjalan kita masih panjang, jangan kita menyiakan kesempatan untuk meraih suatu kesuksesan
Motivasi dan percaya diri yang penuh
Suatu faktor yang mendorong seseorang bisa meraih keberhasilan dalam meraih prestasi adalah motivasi kuat dan selalu percaya diri (optimisme)
Proses belajar yang terus menerus
Setiap sesuatu itu membutuhkan proses begitu juga keberhasilan dalam meraih prestasi, dengan persiapan, dan kerja keras dalam belajar, dalam aktifitas kita sehari-hari konsentrasikan pikiran kita untuk belajar walaupun hanya dua atau tiga karena dengan belajar yang terus menerus bisa mendorong kita untuk meraih kesuksesan dan meraih prestasi yang memuaskan .
Sabar dan tekun
Senin, 23 Desember 2013
Manusia dan Tanggung jawab
A.
PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
Tanggung
jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak
disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai wujudan kesadaran akan
kewajibannya.
Manusia pada
hakikatnya adalah makhluk yang bertanggung jawab.Disebut demikian karena
manusia, selain merupakan makhluk individual dan makhluk sosial, juga
merupakan makhluk 'I'uhan. Manusia memiliki tuntutan yang besar untuk
bertanggung jawab mengingat ia mementaskan sejumlah peranan dalam konteks
sosial, individual ataupun teologis.
Dalam konteks
sosial manusia merupakan makhluk sosial.Ia tidak dapat hidup sendirian dengan
perangkat nilai-nilai sclera sendiri. Nilai-nilai yang diperankan seseorang
dalam ja11nan sosial harus dipertanggungjawabkan sehingga tidak mengganggu
konsensus nilai yang telah disetujui bersama.
Masalah
tanggung jawab dalam konteks individual berkaitan dengan konteks
teologis.Manusia sebagai makhluk individual artinya manusia harus bertanggung
jawab terhadap dirinya (seimbangan jasmani dan rohani) dan harus bertanggung
jawab terhadap Tuhannya (sebagai penciptanya). Tanggung jawab manusia terhadap
dirinya akan lebih kuat intensitasnya apabila ia mentiliki kesadaran yang
mendalam. Tanggung jawab manusia terhadap dirinya juga muncul sebagai akibat
keyakinannya terhadap suatu nilai.
Demihian pula
tanggung jawab manusia terhadap Tuliannya timbal karena manusia sadar akan
keyakinannya terhadap nilai-nilai. Dalam hal ini terutarna keyakinannya
terhadap nilai yang bersumber dari ajaran agama.Manusia bertanggung jawab
terhadap kewajibannya menurut keyakinan agamanya.
Tanggung
jawab dalam konteks pergaulan manusia adalah keberanian.Orang yang bertanggung
jawab adalah orang yang berani menanggung resilko atas segala yang menjadi
tanggung jawabnya.Ia jujur terhadap dirinya dan jujur terhadap orang lain,
tidak pengecut dan mandiri. Dengan rasa tanggung jawab, orang yang bersangkutan
akan berusaha melalui seluruh potensi dirinya. Orang yang bertanggung jawab
adalah orang yang mau berkorban demi kepentingan orang lain.
Tanggung
jawab erat kaitannya dengan kewajiban.Kewajiban adalah sesuatu yang dibebankan
terhadap seseorang.Kewajiban merupakan bandingan terhadap hak dan dapat juga
tidak mengacu kepada hak.Maka tanggung jawab dalam hal ini adalah tanggung
jawab terhadap kewajibannya.
Pembagian
kewajiban bermacam-macam dan berbeda-beda. Setiap keadaan hidup menentukan
kewajiban yang tertentu Status dan peranan menentukan kewajiban seseorangkewajiban
dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
1.
Kewajiban terbatas : Kewajiban initanggung jwab diberlakukan kepada setiap orang.
Contohnya undang-undang larangan membunuh, mencuri yang disampingnya dapat
diadakan hukuman-hukuman.
2.
Kewajiban tidak terbatas : Kewajiban inijawabnya diberialcukan kepada semua
orang. Tanggung jawabterhadap kewajiban
ini nilainya lebih tinggi, sebab dijalankan oleh suara hati, seperti keadilan
dan kebajikan
Orang yang
bertanggung jawab dapat dapat memperoleh kebahagiaan, sebab dapat menunaikan kewajibannya. Kebahagiaan
tersebut dapat dirasakan oleh dirinya atau orang lain, sebaliknya, orang yang
tidak bertanggung jawab akan menghadapi kesulit an, sebab ia tidak mengikuti
aturan, norma, atau nilai-nilai yang berlaku.
Problema
utama yang dirasakan pada zaman sekarang sehubungan dengan masalah tanggung
jawab, adalah berkaratnya atau rusaknya perasaan moral dan rasa hormat diri
terhadap pertanggungjawaban.
Orang yang
bertanggung jawab itu adil atau mencoba untuk berbuat adil.Tetapi, adakalanya
orang yang bertanggung jawab tidak dianggap adil karena runtuhnya nilai-nilai
yang dipegangnya. Orang yang demikian tentu akan mempertanggung jawabkan
segala sesuatunya kepada Tuhan. Dia tidak nampak, tetapi menggerakkan dunia dan
mengaturnya. Jadi, orang semacam ini akan bertanggung jawab kepda Tuhannya.
B.
MACAM TANGGUNG JAWAB
Menurut sifat
dasarnya manusia adalah makhluk bermoral tetapi manusia juga seorang
pribadi.Karena merupakan seorang pribadi maka manusia mempunyai pendapat
sendiri, perasaan sendiri, angan-angan itu manusia berbuat atau
bertindak.Dalam hal ini manusia tak luput dari kesalahan, kekeliruan, baik
disengaja maupun tidak.
Oleh karena
itu, dalam halini manusia harus bertanggung jawab atas dirinya pribadi.
1.
Tanggung jawab kepada keluarga
Masyarakat kecil
ialah keluarga.Keluarga adalah suarni-isteri,ayah ibu, dan anak-anak, dan juga
orang-orang lain yangmenjadi anggotakeluarga.Tiap anggota keluarga wajib
bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik
keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan,
pendidikan dan kehidupan.
2.
Tanggung jawab kepada masyarakat
Satu
kenyataan pula, bahwa manusia adalah makhluk social.Manusia merupakan anggota masyarakat. Karena itu, dalam
berfikir, bertingkah laku, berbicara, dan sebagainya manusia terikat oleh
masyarakat.Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus
dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
3.
Tanggung jawab kepada bangsa
Satu
kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, adalah warga negara suatu negara.Dalam
berfikir, bertindak, bertingkah laku manusia terikal oleh norma-norma atau
ukuran-ukuran yang dibuat Negara.mannusia tidak dapat berbuat semau sendiri,
bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab.
4.
Tanggung jawab kepada Tuhan
Manusia ada
tidak dengan sendirinya, tetapi merupakan makhluk ciptaan Tuhan.Sebagai ciptaan
Tuhan manusia dapat mengembangkan diri sendiri dengan saran-saran pada dirinya
yaitu pikiran, perasaan, seluruh anggota tubuhnya, dan alam sekitarnya.
Dalam mengembangkan
dirinya manusia bertingkalaku dan berbuat.Sudan tentu dalam peprbuatannya
manusiamembuat banyak kesalahan baik disengaja maupun tidak.Sebagai hamba
Tuhan, manusia harus bertanggung jawab atas segal perbuatan yang salah itu
dengan istilah agama atas segala dosanya.
Dalam
kehidupan sehari-hari manusia bersembahyang sesuai dengan perintah
Tuhan.Apabila tidak bersembahyang maka mansuia itu harus mempertanggung
jawabkan kelalaiannya itu di akhirat nanti.
Manusia hidup
dalam perjuangan, begitu firman Tuhan.Tetapi bila manusia tidak bekerja keras
untuk kelangsungan hidupnya, maka segala akibatnya harus dipikul sendiri,
penderitaan akibat kelalaian adalah tanggung jawabnya.Meskipun manusia
menutupi perbuatannya yang salah dengan segala jalan sesuai dengan kondisi dan
kemampuannya, misalnya dengan hartanya, kekuasaannya, atau kekuatannya
(ancaman), namun manusia tak dapat lepas dari tanggung jawabnya kepada Tuhan.
C.
PENGABDIAN
Pengabdian
adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai
perwujudan kesetiaan antara lain kepada raja, cinta, kasih sayang, hormat, atau
suatu ikatan dan semua dilakukan dengan ikhlas.
Timbulnya
pengabdian itu hakikatnya ada rasa tanggung jawab.Apabila kita bekerja keras
dari pagi sampai sore hari di beberapa tempat untuk mencukupi kebutuhan rumah
tangga kita, itu berarti mengabdi kepada keluarga, karena kasih sayang kita
kepada keluarga.
Lain halnya
jika keluarga kita membantu teman, karena ada kesulitan, mungkin sampai
berhari-hari ikut menyelesaikan.ya sampai tuntas, itu bukan pengabdian, tetapi
hanya bantuansaja.
Pada hakikatnya
manusia hidup berkeluarga.Hidup berkeluarga ini didasarkan atas cinta dan kasih
sayang.Kasih sayang ini mengundang pengertian pengabdian dan pengorbanan.bila ada
kasih sayang tanpa pengabdian. Bila ada kasih sayangtidak disertai pengabdian,
berarti sayang tidak disertai pengambidian, berarti kasih sayang itu palsu atau
semu.
Pengabdian
kepada keluarga ini dapat berupa penj,,abdian kepada isteri dan anak-anak. Isteri
kepada stiaml dan anakanaknya, atau anak anak kepada orang tuanya.
Sebagai
contoh : Demi pengabdian kepada ayahnya Siti Nurbaya mau dikawinkan dengan
Datuk Maringgih, karena ayahnya tidak mampu membayar hutang. Padahal ia telah
mengikat janji dengan Syamsul Bahri (Siti Nurbaya karangan March Rush).
Demikian pula
dalam Kabut Sutra Ungu karya Ike Supomo.Miranti tidak mau segera kawin dengan
seorang dokter kawan kakaknya, karena pengabdiannya atau cintanya kepada almarhum
suaminya dan anak-anaknya.
Dalam novel
Di Bawah Lindungan Ka'bah karya Hamka, karena pengabdiannya kepada ibu
angkatnya, Hamid mau disuruh membujuk Zaenab kekasihnya, agar Zaenab mau kawin
dengan saudaranya sepupunya, meskipun Hamid sendiri hancur hatinya. Demikian
pula Zaenab hancur hatinya, karena Ha-mid saudara angkatnya yang telah menjadi
pujaannya, sampai hati membujuknya agar ia mau kawin dengan orang yang tidak
dicintainya.
Manusia tidak
ada dengan sendirinya, tetapi merupakan makhluk ciptaan Tuhan.Sebagai ciptaan
Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan.Pengabdian berarti penyeralian diri
sepenuhnya kepada Tuhan, dan itu merupakan perNvujudan tanggung jawabnya kepada
Tuhan Yang Maha Esa.
D.
KESADARAN
Kesadaran adalah keinsyafan akan
perbuatannya. Sadarartinya
merasa, tahu atau ingat (kepada keadaan yang sebenarnya), keadaan ingat akan dirinya, ingat
kembali (dari pingsannya), siuman, bangun (dari tidur)
ingat, tahu dan mengerti, misalnya, rakyat telah sadar akan politik.
Jadi,
kesadaran adalah hati yang telah terbuka atau pikiranyang telah terbuka tentang apa yang telah dikerjakan.Seperti
halnya guru Isa yang mengambil barang-barang sekolah
untuk dijual karena dorongan kebutuhan rumah tangganya.
Sebenarnya is berbuat itu dengan kesadaran bahwa haltersebut salah, tetapi tetap dilakukannya (Jalan
Tak AdaUjung).
Dalam
perbuatan mencuri atau mengambil barang-barangmilik sekolah itu tiga norma yang dilanggar oleh guru
Isa, yaitu:
1.
Perbuatan guru Isa melanggar norma susila.
Seorang gurutidak layak mencuri, kalau yang
mencuri itu memang pencuri, wajarlah
karena pencuri tidak mempunyai norma so-pan santun atau norma susila.
2.
Perbuatan guru Isa
mencuri adalah melanggar norma hukum. Bila tertangkap ia diadili clan
dipenjarakan, sebabperbuatan itu merupakan perbuatan
kriminil.
3.
Mencuri adalah
perbuatan yang melanggar norma-norma,karena di
manapun mencuri itu dilakukan tidak dibenarkan oleh hukum moral. Mencuri merupakan
perbuatanamoral perbuatan melanggar hak milik orang.
Kesadaran moral amat penting untuk diperhatikan
orang,karena pelanggaran moral dapat berakibat merusakkan nama.Oleh sebab itu kesadaran moral perlu dijaga
oleh setiap individu. Hal ini tidak berarti bahwa kesadaran
yang lain tidak penting. Semua kesadaran penting, karena
ketidaksadaran adalah salah satu
hal yang dapat menggoncangkan atau sekurangkurangnya membuat kepincangan dalam hidup.
Justru pads umumnya orang sadar akan perbuatannya,
tetapi tidak
disadari, apakah perbuatan itu melanggar norma sopan santun, norma hukum atau norma
moral. Kalau orang itu ingin berbuat berbuat sajalah ia. Orangyang berbuat
tanpa kekekeliruan. Tetapi mungkin jugs
karena yang berbuat dalamkeadaan
tidak sadar atau anak keel. Karena itu orang tersebutdapat bebas dari
hukuman.
E.
PENGORBANAN
Pengorbanan berasal dari kata korban, artinya memberikansecara ikhlas, harts, bends, waktu, tenaga,
pikiran, bahkan mungkin nyawa, demi cintanya atau ikatannya
dengan sesuatu atau demi kesetiaan, kebenaran.
Perbedaan
antara pengertian pengabdian dan pengorbanantidak begitu jelas.Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan.Antara sesama kawan, sulit untuk
dikatakan pengabdian, karena kata pengabdian mengandung arti lebih
rendahtingkatnya.Tetapi untuk kata
pengorbanan dapat juga diterapkan
kepada sesama kawan.
Pengorbanan
merupakan akibat dari pengabdian.Pengorbanan
dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya.Pengorbanan
diserahkan secara ikhlastanpa
pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapansaja diperlukan.
Pada hakikatnya manusia
hidup berkeluarga.Dasar hidupberkeluarga ialah kasih sayang.Kasih sayang
memerlukan pengorbanan.Tanpa pengorbanan tidak ada kasih sayang atautidak ada
cinta.
Manusia adalah makhluk sosial, karena manusia tidak dapat hidup sendiri, dan saling
membutuhkan.Sebagai makhluk sosial, manusia
merasa terikat dengan masyarakatnya. Karenaitu, demi pengabdiannya kepada masyarakat ia tidak bebas dari
pengorbanan.
Setiap orang di bumf
ini mengakui bahwa manusia merupakan anggota
suatu bangsa dan warga negara suatu negara. Semua orang pasti menjadi
anggota atau warga dari suatu bangsa atau
negara dan mempunyai kewajiban antara lain membela negara. Pembelaan
itulah disebut pengorbanan.
Demi
negara tiap orang tidak sayang kehilangan harta benda, bagian badan,
bahkan nyawa pun dipertaruhkan denganikhlas.Kagan
saja dan di mana saja berada mereka berkewajiban membela negara.
Ada peribahasa "berani karena benar, takut karena
salah".Demi kebenaran
orang tidak takut menghadapi apapun.Perangkemerdekaan
itu pada hakikatnya adalah perang untuk membela kebenaran.Menurut
kodratnya, manusia mempunyai hakhidup,
dan hak kemerdekaan hidup.Oleh karena itu penjajahan di
atas bumf bertentangan dengan kodrat alam.Dalammembela kebenaran ini
biasanya banyak korban berjatuhan.
Berkorban
kepada agama berarti juga berkorban demi cintanya
kepada Allah.Hal ini terjadi karena adanya manusiabukan dengan sendirinya, tetapi
ada karena diciptakan Allah.Karena
itu wajiblah manusia berkorban demi cintanya kepadaagama dan juga kepada
Penciptanya.Agama pada hakikatnyaadalah kebenaran, karena itu dalam berkorban demi agamaatau kebenaran, manusia tidak
sayang kehilangan harta,tenaga, waktu, bahkan
nyawanya pun rela dikorbankan.
F.
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
Manusia sering
disebut sebagai makhluk yang bebas; artinya bebas menentukan dirinya sendiri. Akal dan
budi tetap menempatkan
manusia dalam kedudukan yang "membahagiakan". Di pihak lain akal dan budi
memberikan "beban" bagi manusia. Sebab setiap manusia harus
bertanggung jawab terhadap apa yang
diperbuatnya. Setiap manusia harus berani menanggung resiko dari apa yang dilakukannya.
Sesuai dengan
kedudukannya sebagai makhluk individu,makhluk sosial, dan makhluk ciptaan Allah,
tanggung jawab manusia dapat
dibedakan atas tanggung jawab terhadap dirisendiri, tanggung jawab terhadap masyarakat
dan tanggung jawab terhadap Allah.
Allah telah
menciptakan manusia lengkap dengan segala peralatannya, diberi hidup, akal, dan
budi.Semua pemberian itu harus dipelihara. Terhadap
hidup manusia dituntut tangung jawabnya di samping menggunakan akal dan budinya sebagaimana mestinya, juga dituntut menanggung
resiko akiabat dari perbuatan akal dan budinya.Bila akal dan budiberbuat jahat atau pun sebaliknya, manusia
bersangkutan harus berani menanggung resiko, baik di dunia maupun
diakhiral, nanh. Sesuai dengan
firman Allah dalam AI-Quran suratAt-Tasyakur
ayat 8 artinya: "Sesungguhnya kamu akan diperiksa pada hari itu (kiarnat) dari hal segala nikmat yang telah kallm Wrillia."
Peraturan adalah alat
yang dapatmengikat seluruh anggota
masyarakat untuk menghindari kehidupan
yang kaeau.Untuk menghindari kehidupan yang tidakterkendali, sebagaimana kehidupan binatang di hutan belantarayang
menerapkan hukum khasnya "siapa kuat dialah yang menang.
Setiap anggota masyarakat
dituntut tanggung jawab, demitegaknya
peraturan.Semua perilaku setiap anggota masyarakatharus dapat diterima
oleh masyarakat bersangkutan. Bila adapelanggaran dia akan mendapat hukuman
dari masyarakat bersangkutan. Baik hukuman fisik, maupun hukuman non
fisik,yaitu dikucilkan dari
pergaulan.Hukuman pengucilan merupakan hukuman yang paling berat, sebab orang
tersebut dijauhkan dari
pergaulan dengan sesamanya.
Pelanggaran
terhadap setiap ketentuan itu sangat mempengaruhi harga "kem
anus iaanny a" atau harga diri individu bersangkutan. Kecuali orang yang
abnormal pasti harga dirinya tidak mau dipandang rendah.Orang yang demikian itu
sudahtidak mau tahu tentang kebaikan,
tidak dapat membedakanmama yang baik
dan yang jelek. Hal ini sesuai dengan firmanAllah surat Al-Anfal ayat
22, yang artinya :
"Sesungguhnya
yang sejahat-jahat atau sejelek-jelek makhlukdi sisi Allah ialah orang-orang yang tuli,
bisu dan tidak tahuapa-apa".Yang
dimaksud tuli, bisu dan tidak tahu apa-apa disini, bukan tuli lantaran tidak dapat
mendengar (tuna rungu)itu
bukan.Bisu artinya orang yang tidak dapat berbicara itubukan.Tetapi artinya orang yang
sudah tidak dapat mendengarkan hal-hal yang baik, orang
yang sudah tidak dapat melihat atau tak mau tahu terhadap hal-hal yang baik.
Tanggung jawab manusia
yang lain adalah tanggung jawabterhadap
Tuhan Yang Maha Kuasa. Tuhan yang telah menciptakan manusia ke dunia
ini.Manusia diberi tugas oleh Tuhan untuk menjadi khalifah di dunia, untuk mengatur alam
semestasupaya tetap baik, harmonis dan dapat dimanfaatkan.
Bagaimanapun
manusia itu tetap manusia, artinya makhlukyang
lemah, makhluk yang suka mengingkari janji, bahkansenang berbuat buruk, maka
Tuhan perlu mengingatkan dalam firman-Nya: "Tidaklah Aku ciptakan jin dan
manusia kecuali untuk berbakti." (QS. Adz-Dzariyat : 56). Dengan demikian
sesungguhnya sejak lahir makhluk yang namanya manusia itu sudah dibebani
tanggung jawab.la harus berbuat baik terhadap sesama makhluk maupun terhadap
Tuhan Seru Sekalian Alam. Lebih-lebih
terhadap Tuhan manusia harus berbakti, tunduk dan tact; dengan cara
melaksanakan sebagai konsekuensi atas semua
nikmat yang diterima dari-Nya. Bila semua itu lalai maka kelak di
kemudian hari akan mempertanggung jawabkannya
di hadapan-Nya. Karena itu harus kita ingat peringatanAllah :
"Barang siapa yang mengerjakan kebaikan, walaupun seberat atom, akan
merasakan pahalanya; dan barangsiapa mengerjakan
kejahatan, walaupun seberat atom, akan merasakan siksanya." (QS.
Az-Zalzalah : 7 - 8).
Untuk
itu marilah kita renungkan sabda Nabi : "Kami semua itu adalah pemimpin, dan kamu semua akan diminta
pertanggunganjawab atas semua yang kamu pimpin. Semua Imam, entah itu RT, RW,
sampai Kepala Negara itu adalah pemimpin, maka is akan dimintai
pertanggungjawabannya."
Manusia dan Keindahan
BAB I
PENDAHULUAN
MANUSIA DAN KEINDAHAN
1. LATAR BELAKANG
Keindahan berasal dari kata indah.Keindahan berarti sesuatu yang baik,menyenangkan,ilmu yang indah ,kebajikan yang indah atau sebagai bentuk yang indah .Keindahan sangat berhubungan era dengan manusia,seni,keserasian,kehalusan.Kata orang tanpa ada keindahan adalah manusia yang mati sebelum waktunya.Bisa jadi,karena keindahan adalah pelengkap hidup manusia.
Maka bila manusia yang hidup tanpa keindahan pada hakikatnya dia sudah mati. Keindahan bisa membuat kita gembira, bersyukur, dan lain-lain. Orang yang hidup tanpa keindahan pada realita maka dia akan cenderung kurang bersemangat. Oleh karena itu, dalam makalah ini kita dapat mengetahui lebih dalam manusia dan keindahan.
2. TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan ini dibuat adalah untuk memberikan informasi atau pembelajaran kepada pembaca umum agar mengetahui sejarah dari pengertian manusia dan keindahan.
3. RUANG LINGKUP
Ruang Lingkup penulisan ini adalah :
a. Pengertian Keindahan
b. Keindahan dalam arti estetik murni
c. Nilai Intrinsik Dan Nilai Entristik
d. Kontemplasi dan Ekstansi
BAB II
PEMBAHASAN
MANUSIA DAN KEINDAHAN
A.Pengertian Keindahan
Keindahan berasal dari kata indah ,yang artinya adalah bagus,permai,cantik,elok,molek dan sebagainya.Benda yang mempunyai sifat indah adalah segala hasil seni meskipun tidak semua hasil seni indah ,pemandangan alam(pantai,pegunungan,danau,bunga-bunga),manusia(wjah,mata,bibir,hidung,rambut,kaki,tubuh,)Keindahan adalah identik dengan kebenaran atau kenyataan.
Menurut The Liang Gie dalam bukunya ‘Garis Besar Estetik’(Filsafat Keindahan) dalam bahasa inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful”Perancis “beau”,Italia dan Spanyol “bello”.Kata-kata itu berasal dari bahasa latin “bellum”.Akar Katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir dipendekan sehingga ditulis “bellum”.
Manusia setiap waktu memperindah diri,pakaian,rumah,kendaraan,dan sebgainya agar segalanya tampak mempesona dan menyenangkan bagi yang melihatnya .Semu ini menunjukan betapa manusia sangat gandrung dan mencintai keindahan.Menurut cakupannya orang harus membedakan keindahan sebagai sesuatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah .Untuk pembedaan itu dalam bahasa inggris sering dopergunakan istilah “beauty” (keindahan) dan” the beautiful” (benda atau hal indah).Dalam pembatasan filsafat ,kedua pengertian ini kadang-kadang dicampuradukan saja disamping itu terdapat juga perbedaan menurut luasnya perngertian ini sebagai berikut :
1. Keindahan dalam arti luas
2. Keindahan dalam arti estetis murni
3. Keindahan dalam arti terbatas dalam pengertiannya dengan penglihatannya.
Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dar bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan,plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah ,Sedang Aritoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan .Plotinus menulis tentang ilmu yang indah ,kebajikan yang indah .Orang Yunani dulu berbicara juga tentang buah pikiran yang indah dan adap kebiasaan yang indah.Tapi bangsa Yunani juga mengenal keindahan dalam arti estetis yang disebutnya “symetria” untuk keindahan berdasarkan penglihatan dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran .Jadi pengertian keindahan seluas-luasnya meliputu keindahan seni,keindahan alam,keindahan moral dan keindahan intelektual.
B. Keindahan Dalam Arti Estetik Murni
Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang Gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan diangggap sebagai salah satu jenis nilai sepertihalnya nilai moral,nilai ekonomik,nilai pendidikan dan nilai sebagainya,Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.Nilai adalah suatu realitas pskologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan ,karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri.Nilai itu oleh orang percaya terdapat pada sesuatu benda sampai terbukti ketakbenarannya.Dalam “Dictionary Of Sociology And Related Science”diberikan rumusan tentang nilai sebagai berikut : The believed capacity of any object to saticgy a human desire.The Quality of any object which causes it be of interest to an individual or a group. Maksudnya adalah Kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat mmuaskan keinginan manusia.Sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok.
Hal itu bearti bahwa nilai adalah semata-mata adalah realita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan,karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada hendaknya itu sendiri .Nilai itu oleh orang dianggap terdapat pada suatu benda sampai terbukti letak kebenarannya.
C. Nilai Intrinsik dan Nilai Entristik
Nilai itu ada yang membedakan antara nilai subyektif dan obyektif .Tetapi penggolongannya yang penting ialah :
· Nilai Ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatuhal laina (instrument/contributory),yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu.
· Nilai Instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan ,atau sebagai suatu tujuan ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.
D. Kontemplasi dan Ekstansi
· Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah yang merupakan suatu proses bermeditasi merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai – nilai ,makna,manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan.
· Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan ,merasakan dan menikmati sesuatu yang indah .Manusia menciptkan berbagai mecam peralatan untuk memecahkan rahasia gejala alami tersebut.Semuanya ini dilakukan dan hanya bis terjadi berdasarkan resep atau pemikiran pendahuluan yang dihasilkan oleh kontemplasi .Siklus kehidupan manusia dalam lingkup pandangan ini menunjukan bahwa kontemplasi selain sebagai tujuan juga sebagai cara atau jalan mencari keserbasempurnaan kehidupan manusia.
Manusia dan keindahan merupakan satu kesatuan .Bisa dibilang begitu karena keindahan juga merupakan begian dari manusia ,manusia sangat memperhatikan keindahan dari cara berpakaian,cara berbicara ,cara berjalan ,cara bergaya,dan lain-lain.Keindahan juga bisa diciptakan dengan oleh manusia seperti melukis ,bernyanyi,dan memainkan alat music ,tak sedikit manusia yang membuat keindahan untuk diri sendiri dalam arti untuk kehidupan makhluk hidup lainnya,contoh bila mana kalau ita merawatkebersihan lingkungan sekitar maka akan tercipta kerukunan yang sejuk dan indah,jika itu dapat dilakukan itu akan menjadi budaya yang sangat menarik.
PENDAHULUAN
MANUSIA DAN KEINDAHAN
1. LATAR BELAKANG
Keindahan berasal dari kata indah.Keindahan berarti sesuatu yang baik,menyenangkan,ilmu yang indah ,kebajikan yang indah atau sebagai bentuk yang indah .Keindahan sangat berhubungan era dengan manusia,seni,keserasian,kehalusan.Kata orang tanpa ada keindahan adalah manusia yang mati sebelum waktunya.Bisa jadi,karena keindahan adalah pelengkap hidup manusia.
Maka bila manusia yang hidup tanpa keindahan pada hakikatnya dia sudah mati. Keindahan bisa membuat kita gembira, bersyukur, dan lain-lain. Orang yang hidup tanpa keindahan pada realita maka dia akan cenderung kurang bersemangat. Oleh karena itu, dalam makalah ini kita dapat mengetahui lebih dalam manusia dan keindahan.
2. TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan ini dibuat adalah untuk memberikan informasi atau pembelajaran kepada pembaca umum agar mengetahui sejarah dari pengertian manusia dan keindahan.
3. RUANG LINGKUP
Ruang Lingkup penulisan ini adalah :
a. Pengertian Keindahan
b. Keindahan dalam arti estetik murni
c. Nilai Intrinsik Dan Nilai Entristik
d. Kontemplasi dan Ekstansi
BAB II
PEMBAHASAN
MANUSIA DAN KEINDAHAN
A.Pengertian Keindahan
Keindahan berasal dari kata indah ,yang artinya adalah bagus,permai,cantik,elok,molek dan sebagainya.Benda yang mempunyai sifat indah adalah segala hasil seni meskipun tidak semua hasil seni indah ,pemandangan alam(pantai,pegunungan,danau,bunga-bunga),manusia(wjah,mata,bibir,hidung,rambut,kaki,tubuh,)Keindahan adalah identik dengan kebenaran atau kenyataan.
Menurut The Liang Gie dalam bukunya ‘Garis Besar Estetik’(Filsafat Keindahan) dalam bahasa inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful”Perancis “beau”,Italia dan Spanyol “bello”.Kata-kata itu berasal dari bahasa latin “bellum”.Akar Katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir dipendekan sehingga ditulis “bellum”.
Manusia setiap waktu memperindah diri,pakaian,rumah,kendaraan,dan sebgainya agar segalanya tampak mempesona dan menyenangkan bagi yang melihatnya .Semu ini menunjukan betapa manusia sangat gandrung dan mencintai keindahan.Menurut cakupannya orang harus membedakan keindahan sebagai sesuatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah .Untuk pembedaan itu dalam bahasa inggris sering dopergunakan istilah “beauty” (keindahan) dan” the beautiful” (benda atau hal indah).Dalam pembatasan filsafat ,kedua pengertian ini kadang-kadang dicampuradukan saja disamping itu terdapat juga perbedaan menurut luasnya perngertian ini sebagai berikut :
1. Keindahan dalam arti luas
2. Keindahan dalam arti estetis murni
3. Keindahan dalam arti terbatas dalam pengertiannya dengan penglihatannya.
Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dar bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan,plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah ,Sedang Aritoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan .Plotinus menulis tentang ilmu yang indah ,kebajikan yang indah .Orang Yunani dulu berbicara juga tentang buah pikiran yang indah dan adap kebiasaan yang indah.Tapi bangsa Yunani juga mengenal keindahan dalam arti estetis yang disebutnya “symetria” untuk keindahan berdasarkan penglihatan dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran .Jadi pengertian keindahan seluas-luasnya meliputu keindahan seni,keindahan alam,keindahan moral dan keindahan intelektual.
B. Keindahan Dalam Arti Estetik Murni
Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang Gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan diangggap sebagai salah satu jenis nilai sepertihalnya nilai moral,nilai ekonomik,nilai pendidikan dan nilai sebagainya,Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.Nilai adalah suatu realitas pskologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan ,karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri.Nilai itu oleh orang percaya terdapat pada sesuatu benda sampai terbukti ketakbenarannya.Dalam “Dictionary Of Sociology And Related Science”diberikan rumusan tentang nilai sebagai berikut : The believed capacity of any object to saticgy a human desire.The Quality of any object which causes it be of interest to an individual or a group. Maksudnya adalah Kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat mmuaskan keinginan manusia.Sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok.
Hal itu bearti bahwa nilai adalah semata-mata adalah realita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan,karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada hendaknya itu sendiri .Nilai itu oleh orang dianggap terdapat pada suatu benda sampai terbukti letak kebenarannya.
C. Nilai Intrinsik dan Nilai Entristik
Nilai itu ada yang membedakan antara nilai subyektif dan obyektif .Tetapi penggolongannya yang penting ialah :
· Nilai Ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatuhal laina (instrument/contributory),yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu.
· Nilai Instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan ,atau sebagai suatu tujuan ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.
D. Kontemplasi dan Ekstansi
· Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah yang merupakan suatu proses bermeditasi merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai – nilai ,makna,manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan.
· Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan ,merasakan dan menikmati sesuatu yang indah .Manusia menciptkan berbagai mecam peralatan untuk memecahkan rahasia gejala alami tersebut.Semuanya ini dilakukan dan hanya bis terjadi berdasarkan resep atau pemikiran pendahuluan yang dihasilkan oleh kontemplasi .Siklus kehidupan manusia dalam lingkup pandangan ini menunjukan bahwa kontemplasi selain sebagai tujuan juga sebagai cara atau jalan mencari keserbasempurnaan kehidupan manusia.
Manusia dan keindahan merupakan satu kesatuan .Bisa dibilang begitu karena keindahan juga merupakan begian dari manusia ,manusia sangat memperhatikan keindahan dari cara berpakaian,cara berbicara ,cara berjalan ,cara bergaya,dan lain-lain.Keindahan juga bisa diciptakan dengan oleh manusia seperti melukis ,bernyanyi,dan memainkan alat music ,tak sedikit manusia yang membuat keindahan untuk diri sendiri dalam arti untuk kehidupan makhluk hidup lainnya,contoh bila mana kalau ita merawatkebersihan lingkungan sekitar maka akan tercipta kerukunan yang sejuk dan indah,jika itu dapat dilakukan itu akan menjadi budaya yang sangat menarik.
Manusia dan Kegagalan
KEGAGALAN MENJADIKAN PRIBADI YANG LEBIH KUAT
Kita Semua pasti akan menyambut datangnya sukses dengan tangan terbuka. sebaliknya, banyak orang akan berusaha agar tidak mengalami kegagalan. Kenyataannya, sukses dan gagal merupakan "satu paket" yang tidak bisa dipisahkan. Lalu, mengapa kita harus takut pada kegagalan? Yang perlu kita ketahui adalah apa yang harus kita lakukan ketika kegagalan datang.
Jika kita sadar bahwa kegagalan itu merupakan bagian dari sukses dan kegagalan merupakan guru yang terbaik, maka kita tidak akan takut ketika kegagalan datang.
Sebagai manusia tentu kita memiliki perasaan dan emosi. Pada saat kita melakukan kesalahan ataupun kegagalan yang menurut kita sangat mengecewakan dan memalukan diri kita, tentu kita dapat merasa kesal, sedih, dan bingung. Tidak jarang pula kita mungkin marah terhadap diri kita sendiri. Jika kita memang merasakan hal yang demikian, kita berhak meluapkan kesedihan kita sejenak dengan menangis, menceritakan kekesalan maupun kesedihan kita kepada keluarga kita ataupun sahabat yang kita percayai, mungkin juga berteriak dengan keras di suatu lapangan rumput yang luas atau berbagai ekspresi kekesalan kita sudah tahu bahwa kegagalan bukanlah hal yang perlu ditakutkan.
Bahkan banyak hal positif yang bisa kita petik dari kegagalan. Selanjutnya, yang perlu kita ketahui adalah langkah-langkah apa yang perlu kita ambil jika kita harus mengalami kegagalan
Kesadaran
Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menyadari bahwa kita sedang mengalami kegagalan. Tanpa kesadaran ini, kita tidak bisa berlanjut ke langkah perbaikan berikutnya. Biasanya, banyak tanda-tanda yang menyertai datangnya kegagalan, antara lain, hasil penilaian kinerja yang buruk, masalah dalam komunikasi antardepartemen, arus kas yang terhambat, menurunnya keuntungan, ataupun berkurangnya pelanggan secara drastis dalam kurun waktu tertentu.
Evaluasi
Setelah kita sadar bahwa kita telah mengalami kegagalan, langkah selanjutnya adalah mengevaluasi kesalahan apa yang sudah kita lakukan. Evaluasi bisa dilakukan dengan mengurut kembali langkah-langkah yang telah kita lakukan sebelumnya, lalu menganalisa kegagalan yang terjadi.
Kegagalan bisa saja terjadi karena faktor internal : keterampilan dan pengetahuan yang kurang, fasilitas dan dukungan yang terbatas, sikap yang negatif, kurang komitmen, atau kurang persiapan.
Kesalahan bisa juga datang dari luar : kondisi perekonomian yang memburuk, peraturan dan perundang-undangan baru yang tidak mendukung, atau adanya teknologi baru yang belum kita manfaatkan.
Koreksi dan perubahan
Hasil evaluasi kemudian perlu kita olah agar bisa kita gunakan untuk mempelajari dan menentukan tindakan koreksi yang harus dilakukan dan perubahan yang perlu kita ciptakan untuk membantu kita bangkit dari kegagalan.
Konsolidasi
Setelah tindakan koreksi dan perubahan kita susun, langkah selanjutnya adalah melakukan konsolidasi. Konsolidasi bisa kita lakukan ke dalam ataupun ke luar, dan dengan berbagai pihak, antara lain : atasan, bawahan, rekan sekerja, pelanggan, supplier, bahkan keluarga dan teman. Konsolidasi ini diperlukan untuk menggalang dukungan, mengumpulkan sumber daya yang diperlukan, serta menyusun strategi sukses.
Perencanaan
Setelah konsolidasi dilakukan, perencanaan yang lebih matang pun bisa kita siapkan. Dalam perencanaan, jangan lupa untuk mengantisipasi kendala, kesalahan, dan kegagalan yang mungkin harus kita alami, atau bahkan yang harus kita ciptakan untuk kita jadikan batu loncatan guna meraih sukses (seperti sang keledai yang menggunakan tanah yang dilemparkan ke pundaknya untuk melangkah maju dan keluar dari mulut sumur).
Aksi
Perencanaan yang telah disusun harus segera diimplementasikan. Perencanaan tanpa pelaksanaan tak ada nilai tambahnya. Jadi, setelah semuanya disusun dengan baik, langkah selanjutnya adalah melaksanakannya, yaitu melakukan aksi, setelah itu barulah kita bisa memetik hasilnya.
Ayo bergerak stelah pernah mengalami kegagalan. beberapa tokoh dunia seperti Soichiro Honda, Thomas Edison, Rupert Murdock, Albert Einstein mereka adalah orang-orang yang meraih sukses di bidang masing-masing melalui berbagai kegagalan.
Mereka sudah membuktikan bahwa kegagalan berada dalam satu paket dengan kesuksesan. Mereka juga telah banyak memperoleh manfaat dari serangkaian kegagalan yang mereka alami.
Jadi, jika kegagalan datang, kita tidak perlu patah semangat, pastikan bahwa kita memetik manfaat dari kegagalan dan menggunakannya sebagai batu loncatan untuk meraih sukses. Sukses Adalah percobaan yang kelak dan berhasil banyak orang bijak menjadikan kegagalan sebagai motivasi untuk mencapai kesuksesan. Saat mendapatkan kegagalan, mereka tidak hanya berpangku tangan menyesali diri namun bangkit untuk
berusaha memperbaiki kegagalan tersebut hingga mencapai hasil yang diinginkan. Bagaimana dengan Anda...??
Quotes :
"Kehebatan kita bukannya karena tidak pernah jatuh, tetapi mampu bangkit kembali setiap kali kita jatuh" ~ Oliver Goldsmith
"Saya berpikir dan berpikir selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun. ternayata 99 kali kesimpulannya salah. Tetapi pada kesempatan yang ke 100, saya betul " ~ Albert Einstein
"Setelah berhasil bangkit dalam Melewati fase hidup yang menyakitkan " ~ Best Regard
Sumber artikel :
http://abckisahku.blogspot.com/2012/05/kegagalan-menjadikan-pribadi-yang-lebih.html
Kita Semua pasti akan menyambut datangnya sukses dengan tangan terbuka. sebaliknya, banyak orang akan berusaha agar tidak mengalami kegagalan. Kenyataannya, sukses dan gagal merupakan "satu paket" yang tidak bisa dipisahkan. Lalu, mengapa kita harus takut pada kegagalan? Yang perlu kita ketahui adalah apa yang harus kita lakukan ketika kegagalan datang.
Jika kita sadar bahwa kegagalan itu merupakan bagian dari sukses dan kegagalan merupakan guru yang terbaik, maka kita tidak akan takut ketika kegagalan datang.
Sebagai manusia tentu kita memiliki perasaan dan emosi. Pada saat kita melakukan kesalahan ataupun kegagalan yang menurut kita sangat mengecewakan dan memalukan diri kita, tentu kita dapat merasa kesal, sedih, dan bingung. Tidak jarang pula kita mungkin marah terhadap diri kita sendiri. Jika kita memang merasakan hal yang demikian, kita berhak meluapkan kesedihan kita sejenak dengan menangis, menceritakan kekesalan maupun kesedihan kita kepada keluarga kita ataupun sahabat yang kita percayai, mungkin juga berteriak dengan keras di suatu lapangan rumput yang luas atau berbagai ekspresi kekesalan kita sudah tahu bahwa kegagalan bukanlah hal yang perlu ditakutkan.
Bahkan banyak hal positif yang bisa kita petik dari kegagalan. Selanjutnya, yang perlu kita ketahui adalah langkah-langkah apa yang perlu kita ambil jika kita harus mengalami kegagalan
Kesadaran
Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menyadari bahwa kita sedang mengalami kegagalan. Tanpa kesadaran ini, kita tidak bisa berlanjut ke langkah perbaikan berikutnya. Biasanya, banyak tanda-tanda yang menyertai datangnya kegagalan, antara lain, hasil penilaian kinerja yang buruk, masalah dalam komunikasi antardepartemen, arus kas yang terhambat, menurunnya keuntungan, ataupun berkurangnya pelanggan secara drastis dalam kurun waktu tertentu.
Evaluasi
Setelah kita sadar bahwa kita telah mengalami kegagalan, langkah selanjutnya adalah mengevaluasi kesalahan apa yang sudah kita lakukan. Evaluasi bisa dilakukan dengan mengurut kembali langkah-langkah yang telah kita lakukan sebelumnya, lalu menganalisa kegagalan yang terjadi.
Kegagalan bisa saja terjadi karena faktor internal : keterampilan dan pengetahuan yang kurang, fasilitas dan dukungan yang terbatas, sikap yang negatif, kurang komitmen, atau kurang persiapan.
Kesalahan bisa juga datang dari luar : kondisi perekonomian yang memburuk, peraturan dan perundang-undangan baru yang tidak mendukung, atau adanya teknologi baru yang belum kita manfaatkan.
Koreksi dan perubahan
Hasil evaluasi kemudian perlu kita olah agar bisa kita gunakan untuk mempelajari dan menentukan tindakan koreksi yang harus dilakukan dan perubahan yang perlu kita ciptakan untuk membantu kita bangkit dari kegagalan.
Konsolidasi
Setelah tindakan koreksi dan perubahan kita susun, langkah selanjutnya adalah melakukan konsolidasi. Konsolidasi bisa kita lakukan ke dalam ataupun ke luar, dan dengan berbagai pihak, antara lain : atasan, bawahan, rekan sekerja, pelanggan, supplier, bahkan keluarga dan teman. Konsolidasi ini diperlukan untuk menggalang dukungan, mengumpulkan sumber daya yang diperlukan, serta menyusun strategi sukses.
Perencanaan
Setelah konsolidasi dilakukan, perencanaan yang lebih matang pun bisa kita siapkan. Dalam perencanaan, jangan lupa untuk mengantisipasi kendala, kesalahan, dan kegagalan yang mungkin harus kita alami, atau bahkan yang harus kita ciptakan untuk kita jadikan batu loncatan guna meraih sukses (seperti sang keledai yang menggunakan tanah yang dilemparkan ke pundaknya untuk melangkah maju dan keluar dari mulut sumur).
Aksi
Perencanaan yang telah disusun harus segera diimplementasikan. Perencanaan tanpa pelaksanaan tak ada nilai tambahnya. Jadi, setelah semuanya disusun dengan baik, langkah selanjutnya adalah melaksanakannya, yaitu melakukan aksi, setelah itu barulah kita bisa memetik hasilnya.
Ayo bergerak stelah pernah mengalami kegagalan. beberapa tokoh dunia seperti Soichiro Honda, Thomas Edison, Rupert Murdock, Albert Einstein mereka adalah orang-orang yang meraih sukses di bidang masing-masing melalui berbagai kegagalan.
Mereka sudah membuktikan bahwa kegagalan berada dalam satu paket dengan kesuksesan. Mereka juga telah banyak memperoleh manfaat dari serangkaian kegagalan yang mereka alami.
Jadi, jika kegagalan datang, kita tidak perlu patah semangat, pastikan bahwa kita memetik manfaat dari kegagalan dan menggunakannya sebagai batu loncatan untuk meraih sukses. Sukses Adalah percobaan yang kelak dan berhasil banyak orang bijak menjadikan kegagalan sebagai motivasi untuk mencapai kesuksesan. Saat mendapatkan kegagalan, mereka tidak hanya berpangku tangan menyesali diri namun bangkit untuk
berusaha memperbaiki kegagalan tersebut hingga mencapai hasil yang diinginkan. Bagaimana dengan Anda...??
Quotes :
"Kehebatan kita bukannya karena tidak pernah jatuh, tetapi mampu bangkit kembali setiap kali kita jatuh" ~ Oliver Goldsmith
"Saya berpikir dan berpikir selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun. ternayata 99 kali kesimpulannya salah. Tetapi pada kesempatan yang ke 100, saya betul " ~ Albert Einstein
"Setelah berhasil bangkit dalam Melewati fase hidup yang menyakitkan " ~ Best Regard
Sumber artikel :
http://abckisahku.blogspot.com/2012/05/kegagalan-menjadikan-pribadi-yang-lebih.html
Manusia dan Penderitaan
LATAR BELAKANG
Penderitaan merupakan realitas dunia dan manusia. Peranan individu juga menentukan berat-tidaknya Intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain.
Karena penderitaan yang banyak jenisnya. Ada yang mendapat hikmah yang besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kehancuran dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain.
Semua orang pasti pernah mengalami sebuah penderitaan, entah itu penderitaan fisik, penderitaan batin, penderitaan materi atau apapun itu, tetapi sikap setiap orang untuk menghadapi sebuah penderitaan berbeda-beda. Ada yang bersikap pasrah dan tidak menerima keadaan itu tetapi ada juga yang bersikap menerima dan berusaha untuk memperbaiki keadaan yang ada agar penderitaan itu berakhir. Sikap itu lah yang membedakan taraf kesabaran manusia.
Ada satu hal yang menjadi pintu gerbang yang menjadi penentu keberhasilan seseorang. Hal yang dimaksud adalah mental. Setiap jiwa manusia memiliki mental dan mental itulah yang membuat bergeraknya perbuatan manusia. Kualitas seseorang akan semakin berkualitas apabila orang tersebut memiliki mental yang baik tetapi akan terjadi sebaliknya jika seseorang tidak memiliki mental yang baik maka orang tersebut akan mengalami sebuah jalan hidup yang tidak menyenangkan bahkan dapat memancing sebuah penderitaan. Hal yang paling berbahaya adalah apabila kita sudah mengalami kekalahan mental. Kekalahan mental dapat terjadi apabila kita tidak mampu menerima suatu keadaan yang sedang terjadi didalam diri kita. Kekalahan mental yang terjadi didalam diri seseorang maka orang tersebut tidak akan dapat menyelesaikan seluruh masalah yang sedang dihadapinya dan orang tersebut dapat menjadi menderita dengan hidupnya. Oleh sebab itulah mental sangat berperan penting dalam kehidupan seseorang.
A. Definisi Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta yaitu dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan. Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan liku-liku kehidupan manusia. Bagaimana manusia menghadapi penderitaan dalam hidupnya ? penderitaan fisik yagn dialami manusia tentulah diatasi dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya, sedangkan penderitan psikis,penyembuhannya terletak pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikik yang dihadapinya.
Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan “risiko” hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bennakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya. Untuk itu pada umumnya manusia telah diberikan tanda atau wangsit sebelumnya, hanya saja mampukah manusia menangkap atau tanggap terhadap peringatan yang diberikanNya? . Tanda atau wangsit demikian dapat berupa mimpi sebagai pemunculan rasa tidak sadar dari manusia waktu tidur, atau mengetahui melalui membaca koran tentang terjadinya penderitaan.
Dalam diri manusia itu ada cipta, rasa dan karsa. Karsa adalah sumber yang menjadi penggerak segala aktivitas manusia. Cipta adalah realisasi dari adanya karsa dan rasa. Baik karsa maupun rasa selalu ingin dipuaskan. Karena selalu ingin dilayani, sedangkan rasa selalu ingin dipenuhi tuntutannya. Baru dalam keduanya menemukan yang dicarinya atau diharapkan manusia akan merasa senang, merasa bahagia.
Apabila karsa dan rasa tidak terpenuhi apa yang dimaksudkan, manusia akan mendatangkan rasa kurang mengakibatkan munculnya wujud penderitaan, bahkan lebih dari itu, yaitu rasa takut. Rasa takut itu justru sudah menyelinap dan datang menyerang kita sebelum bencana atau bahaya itu datang menyerangnya. Kedua rasa itu termasuk penyakit batin manusia, maka usaha terbaik ialah menyehatkan bathin itu sendiri, rasa kurang itu muncul dikarenakan adanya anggapan lebih pada pihak lain.
Faktor – faktor yang mempengaruhi penderitaan itu adalah faktor internal dan faktor eksternal. Eksternal datangnya dari luar diri manusia. Factor ini dapat dibedakan atas dua macam ; yaitu eksternal murni dan tak murni. Eksternal murni adalah penyebab yang benar – benar berasal dari luar diri manusia yang bersangkutan. Penderitaan itu tidak bukan merupakan akibat ulah manusia yang bersangkutan.
B. Sebab-sebab Penderitaan
Penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
a. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaab / azab tuhan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab tuhan. Namun kesabaran, tawakal dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.
b. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk.
Karena perbuatan buruk antara sesama manusia maka manusia lain menjadi menderita, mislalnya :
• Pembantu rumah tangga yang diperkosa, disekap dan disiksa oleh majikanya seharusnya majikan yang biadab itu diganjaran dengan hukuman penjara oleh pengadilan negri supaya perbuatan itu dapat di perbaiki dan pembantu yang telah menderita itu bisa dipulihkan
Perbuatan buruk manusia terhadap lingkuangan juga menyebabkan penderitaan manusia, misalnya :
• Musibah banjir dan tanah longsor bermula dari penghunian liar di hutan lindung, kemudian pohon-pohot dibabat menjadi tandus dan gundul oleh manusia penghuni liar itu. Akibatnya beberapa jiwa jadi korban banjir, ratusan rumah hancur
C. Penderitaan, Media Massa, dan Seniman
Beberapa sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusia ialah kecelakaan, bencana alam, bencana perang. dan lain-lain. Contohnya ialah tenggelamnya kapal Tampomas Dua di perairan Masalembo, jatuhnya pesawat hercules yang mengangkut para perwira muda di Condet, Meletusnya gunung galunggung,perang Irak-Iran.
Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar TV, pesawat radio, dengan maksud supaya semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Dengan demikiaan dapat menggugah hati manusia untuk berbuat sesuatu. Nyatanya tidak sedikit bantuan dari para dermawan dan sukarelawan berupa material atau tenaga untuk meringankan penderitaan dan penyelamatan mereka dari musibah ini. Bantuan-bantuan ini dilakukan secara perseorangan ataupun melalui organisasi-organisasi sosial, kemudian dikirimkan atau diantarkan langsung ke tempat-tempat kejadian dan tempat-tempat pengungsian.
Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakt. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni. Sebagai contoh bagaimana penderitaan anak bemama Arie Hangara yang mati akibat siksaan orang tuanya sendiri yang difilmkan dengan judul “Arie Hangara”.
D. Pengaruh Penderitaan
Dapat berupa kekecewaan, duka, kesedihan, kekacauan hati dan fikiran. Pengaruh penderitaan juga dapat berupa perubaahn pola berfikir seseorang, perubahan tingkah laku, serta pandangan hidup seseorang. Tidak dapat dipungkiri jika suatu penderitaan yang di alami oleh setiap orang, masih banyak yang berpandangan bahwa penderitaan hanya membawa dampak buruk atau pengaruh buruk bagi mereka. Tanpa disadari jika mereka berusaha berfikir dan menggali makna dari penderitaan tersebut sebenarnya memiliki suatu arti berupa pelajaran bagi setiap individu tersebut.
E. Penderitaan dan Perjuangan
Penderitaan pasti di alami oleh setiap individu. Namun, jika individu tersebut tidak mencoba berjuang untuk bangkit dari keterpurukan, hanya depresi dan kekalutan yang akan terus dirasakan. Salah satu cara untuk terlepas dari keterpurukan adalah dengan cara berjuang melewati keterpurukan tersebut. Tetapi, ingin berjuang untuk bangkit dari keterpurukan atau tidak, itu tergantung dari setiap individu itu sendiri yang mengalami penderitaan tersebut.
Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, selelu berfikir positif, dan tetap bersemangat menjalani kehidupan, merupakan contoh-contoh tindakan untuk terlepas dari hal-hal atau dampak suatu penderitaan. Walaupun tidak mudah untuk bangkit dari penderitaan, namun jika terus berjuang, terus mencoba untuk bangkit pasti akan dapat terlepas dari dampak penderitaan tersebut.
F. SIKSAAN
Siksaan atau penyiksaan (Bahasa Inggris: torture) digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan.
4 Siksaan Bersifat Psikis :
• Kebimbangan, siksaan ini terjadi ketika manusia sulit untuk menentukan pilihan yang mana akan meraka ambil dan mereka tidak ambil. Situasi ini sangat membuat psikis manusia tidak stabil dan butuh pertimbangan yang amat sangat sulit.
• Ketakutan, adalah suatu reaksi psikis emosional terhadap sesuatu yang ditakuti oleh manusia.
• Rasa takut ini dapat menimbulkan traumatik yang amat mendalam. Dampaknya manusia bisa kehilangan akal pikirannya dan membuat manusia berkejatuhan mental.
• Kesepian, merupakan perasaan sepi yang amat sangat tidak diinginkan oleh setiap manusia. Pada hakikatnya manusia itu adalah makhluk yang bersosial ,hidup bersama dan tidak hidup seorang diri.Faktor ini dapat mengakibatkan depresi kejiwaan yang berat dan merupakan siksaan paling mendalam yang menimpa rohani manusia
CONTOH-CONTOH SIKSAAN :
1. Neraka
Berbicara tentang neraka, kita selalu ingat kepada dosa. Juga terbayang dalam ingatan kita, siksaan yang luar biasa, rasa sakit dan penderitaan yang hebat. Jelaslah bahwa antara neraka, siksaan, rasa sakit, dan penderitaan terdapat hubungan yang tak dapat dipisahkan satu sama lain. Empat hal itu merupakan rangkaian sebab-akibat.
Manusia masuk neraka karena dosanya. Oleh karena itu, bila kita berbicara tentang neraka tentu berkaitan dengan dosa. Berbicara tentang dosa juga berbicara tentang kesalahan.
2. Rasa Sakit
Rasa sakit adalah rasa yang penderita akibat menderita suatu penyakit. Rasa sakit ini dapat menimpa setiap manusia. Kaya-miskin, besar-kecil, tua-muda, berpangkat atau rendahan tak dapat menghindarkan diri darinya. Orang bodoh atau pintar, bahkan dokter sekalipun.
Penderitaan, rasa sakit, dan siksaan merupakan rangkaian peristiwa yang satu dan lainnya tak dapat dipisahkan merupakan rentetan sebab akibat. Karena siksaan, orang merasa sakit; dan karena merasa sakit, orang menderita. Atau sebaliknya, karena penyakitnya tak sembuh-sembuh, ia merasa tersiksa hidupnya, dan mengalami penderitaan.
G. KEKALUTAN MENTAL
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar. Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental
adalah :
• Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
• Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
• Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita bais jasmana maupun rokhani
• Usaha mempertahankan diri dengan cara negative
• Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
a. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan social
b. Terjadinya konflik sosial budaya
c. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna
Bentuk frustasi antara lain :
1. Fiksasi; adalah peletakan pembatasan pada satu pola yang sama (tetap) misalnya dengan membisu.
2. Agresi berupa kamarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi hypertensi atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya.
3. Proyeksi; merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negative kepada orang lain.
4. Regresi adalah kembali pada pola perilaku yang primitive atau kekanak-kanakan.
5. Autisme; ialah menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasinya sendiri yagn dapat menjurus ke sifat yang sinting.
6. Narsisme; adalah self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari paa orang lain.
7. Identifikasi; adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya.
Penderitaan kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1. orang yang terlalu mengejar materi
2. anak-anak muda usia
3. wanita
4. kota – kota besar
5. orang yang tidak beragama
HAL-HAL POSITIF YANG DAPAT DITERAPKAN SEHARI-HARI KARENA RINGKASAN INI :
1. Tabah dengan penderitaan yang sedang dialami, tidak pantang menyerah
2. Selalu bersyukur dengan apa yang telah kita dapat
3. Selalu membantu orang lain yang mendapatkan penderitaan
4. Tidak membesar-besarkan penderitaan
5. Selalu memiliki pengetahuan yang luas dalam hal penderitaan
6. Selalu positive thinking dengan apa yang kita dapat
7. Membuat penderitaan itu merupakan sesuatu yang positif untuk kita dan menjadi bangkit dari keterpurukan
8. Selalu memakai pikiran kita dengan baik
9. Membuat penderitaan itu merupakan berkat dari Tuhan sebagai pikiran bahwa dengan penderitaan hidup dapat menjadi lebih berwarna. Tidak hanya rasa manis saja tetapi rasa pahit, asin, gurih, asam yang ada di dalam kehidupan kita
HAL-HAL NEGATIF YANG HARUS DIJAUHI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI KARENA RINGKASAN INI :
1. Jangan berfikir negatif tentang penderitaan yg kita hadapi
2. Jangan selalu melihat bahwa rumput di halaman orang lain lebih hijau dari pada rumput di halaman rumah kita maksudnya Jangan melihat bahwa kehidupan orang lain lebih indah daripada hidup kita, sebenarnya tanpa disadari hidup kita sudah indah
3. Jangan terlalu lama terpuruk dalam penderitaan
4. Jangan perpikiran negatif tentang penderitaan yg kita hadapi, anggap saja itu cobaan yang akan indah akhirnya.
5. Jangan selalu menilai bahwa hidup kita ini menderita, karena penderitaan itu adalah relatif. Maksudnya bahwa apa yang kita pikirkan tentang pengertian penderitaan itu pasti berbeda dengan pengertian dari orang lain
6. Jangan selalu berpikir bahwa orang yang menderita adalah orang yang tidak dapat berbuat apa-apa. Bangkitlah dengan penderitaan itu, tidak semua orang pernah mendapatkan penderitaan yang sama denganmu
7. Jangan pernah menilai bahwa penderitaan adalah pemberian dari Tuhan. Penderitaan adalah kita sendiri yang membuatnya. Kita yang menuai kita yang mendapatkan hasilnya
8. Jangan melampiaskan rasa kecewa karena penderitaan yang kita hadapi kepada orang lain
9. Jangan pernah menyusahkan orang lain
10. Jangan bersikap tidak peduli dengan penderitaan orang lain.
Penderitaan merupakan realitas dunia dan manusia. Peranan individu juga menentukan berat-tidaknya Intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain.
Karena penderitaan yang banyak jenisnya. Ada yang mendapat hikmah yang besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kehancuran dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain.
Semua orang pasti pernah mengalami sebuah penderitaan, entah itu penderitaan fisik, penderitaan batin, penderitaan materi atau apapun itu, tetapi sikap setiap orang untuk menghadapi sebuah penderitaan berbeda-beda. Ada yang bersikap pasrah dan tidak menerima keadaan itu tetapi ada juga yang bersikap menerima dan berusaha untuk memperbaiki keadaan yang ada agar penderitaan itu berakhir. Sikap itu lah yang membedakan taraf kesabaran manusia.
Ada satu hal yang menjadi pintu gerbang yang menjadi penentu keberhasilan seseorang. Hal yang dimaksud adalah mental. Setiap jiwa manusia memiliki mental dan mental itulah yang membuat bergeraknya perbuatan manusia. Kualitas seseorang akan semakin berkualitas apabila orang tersebut memiliki mental yang baik tetapi akan terjadi sebaliknya jika seseorang tidak memiliki mental yang baik maka orang tersebut akan mengalami sebuah jalan hidup yang tidak menyenangkan bahkan dapat memancing sebuah penderitaan. Hal yang paling berbahaya adalah apabila kita sudah mengalami kekalahan mental. Kekalahan mental dapat terjadi apabila kita tidak mampu menerima suatu keadaan yang sedang terjadi didalam diri kita. Kekalahan mental yang terjadi didalam diri seseorang maka orang tersebut tidak akan dapat menyelesaikan seluruh masalah yang sedang dihadapinya dan orang tersebut dapat menjadi menderita dengan hidupnya. Oleh sebab itulah mental sangat berperan penting dalam kehidupan seseorang.
A. Definisi Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta yaitu dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan. Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan liku-liku kehidupan manusia. Bagaimana manusia menghadapi penderitaan dalam hidupnya ? penderitaan fisik yagn dialami manusia tentulah diatasi dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya, sedangkan penderitan psikis,penyembuhannya terletak pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikik yang dihadapinya.
Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan “risiko” hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bennakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya. Untuk itu pada umumnya manusia telah diberikan tanda atau wangsit sebelumnya, hanya saja mampukah manusia menangkap atau tanggap terhadap peringatan yang diberikanNya? . Tanda atau wangsit demikian dapat berupa mimpi sebagai pemunculan rasa tidak sadar dari manusia waktu tidur, atau mengetahui melalui membaca koran tentang terjadinya penderitaan.
Dalam diri manusia itu ada cipta, rasa dan karsa. Karsa adalah sumber yang menjadi penggerak segala aktivitas manusia. Cipta adalah realisasi dari adanya karsa dan rasa. Baik karsa maupun rasa selalu ingin dipuaskan. Karena selalu ingin dilayani, sedangkan rasa selalu ingin dipenuhi tuntutannya. Baru dalam keduanya menemukan yang dicarinya atau diharapkan manusia akan merasa senang, merasa bahagia.
Apabila karsa dan rasa tidak terpenuhi apa yang dimaksudkan, manusia akan mendatangkan rasa kurang mengakibatkan munculnya wujud penderitaan, bahkan lebih dari itu, yaitu rasa takut. Rasa takut itu justru sudah menyelinap dan datang menyerang kita sebelum bencana atau bahaya itu datang menyerangnya. Kedua rasa itu termasuk penyakit batin manusia, maka usaha terbaik ialah menyehatkan bathin itu sendiri, rasa kurang itu muncul dikarenakan adanya anggapan lebih pada pihak lain.
Faktor – faktor yang mempengaruhi penderitaan itu adalah faktor internal dan faktor eksternal. Eksternal datangnya dari luar diri manusia. Factor ini dapat dibedakan atas dua macam ; yaitu eksternal murni dan tak murni. Eksternal murni adalah penyebab yang benar – benar berasal dari luar diri manusia yang bersangkutan. Penderitaan itu tidak bukan merupakan akibat ulah manusia yang bersangkutan.
B. Sebab-sebab Penderitaan
Penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
a. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaab / azab tuhan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab tuhan. Namun kesabaran, tawakal dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.
b. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk.
Karena perbuatan buruk antara sesama manusia maka manusia lain menjadi menderita, mislalnya :
• Pembantu rumah tangga yang diperkosa, disekap dan disiksa oleh majikanya seharusnya majikan yang biadab itu diganjaran dengan hukuman penjara oleh pengadilan negri supaya perbuatan itu dapat di perbaiki dan pembantu yang telah menderita itu bisa dipulihkan
Perbuatan buruk manusia terhadap lingkuangan juga menyebabkan penderitaan manusia, misalnya :
• Musibah banjir dan tanah longsor bermula dari penghunian liar di hutan lindung, kemudian pohon-pohot dibabat menjadi tandus dan gundul oleh manusia penghuni liar itu. Akibatnya beberapa jiwa jadi korban banjir, ratusan rumah hancur
C. Penderitaan, Media Massa, dan Seniman
Beberapa sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusia ialah kecelakaan, bencana alam, bencana perang. dan lain-lain. Contohnya ialah tenggelamnya kapal Tampomas Dua di perairan Masalembo, jatuhnya pesawat hercules yang mengangkut para perwira muda di Condet, Meletusnya gunung galunggung,perang Irak-Iran.
Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar TV, pesawat radio, dengan maksud supaya semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Dengan demikiaan dapat menggugah hati manusia untuk berbuat sesuatu. Nyatanya tidak sedikit bantuan dari para dermawan dan sukarelawan berupa material atau tenaga untuk meringankan penderitaan dan penyelamatan mereka dari musibah ini. Bantuan-bantuan ini dilakukan secara perseorangan ataupun melalui organisasi-organisasi sosial, kemudian dikirimkan atau diantarkan langsung ke tempat-tempat kejadian dan tempat-tempat pengungsian.
Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakt. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni. Sebagai contoh bagaimana penderitaan anak bemama Arie Hangara yang mati akibat siksaan orang tuanya sendiri yang difilmkan dengan judul “Arie Hangara”.
D. Pengaruh Penderitaan
Dapat berupa kekecewaan, duka, kesedihan, kekacauan hati dan fikiran. Pengaruh penderitaan juga dapat berupa perubaahn pola berfikir seseorang, perubahan tingkah laku, serta pandangan hidup seseorang. Tidak dapat dipungkiri jika suatu penderitaan yang di alami oleh setiap orang, masih banyak yang berpandangan bahwa penderitaan hanya membawa dampak buruk atau pengaruh buruk bagi mereka. Tanpa disadari jika mereka berusaha berfikir dan menggali makna dari penderitaan tersebut sebenarnya memiliki suatu arti berupa pelajaran bagi setiap individu tersebut.
E. Penderitaan dan Perjuangan
Penderitaan pasti di alami oleh setiap individu. Namun, jika individu tersebut tidak mencoba berjuang untuk bangkit dari keterpurukan, hanya depresi dan kekalutan yang akan terus dirasakan. Salah satu cara untuk terlepas dari keterpurukan adalah dengan cara berjuang melewati keterpurukan tersebut. Tetapi, ingin berjuang untuk bangkit dari keterpurukan atau tidak, itu tergantung dari setiap individu itu sendiri yang mengalami penderitaan tersebut.
Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, selelu berfikir positif, dan tetap bersemangat menjalani kehidupan, merupakan contoh-contoh tindakan untuk terlepas dari hal-hal atau dampak suatu penderitaan. Walaupun tidak mudah untuk bangkit dari penderitaan, namun jika terus berjuang, terus mencoba untuk bangkit pasti akan dapat terlepas dari dampak penderitaan tersebut.
F. SIKSAAN
Siksaan atau penyiksaan (Bahasa Inggris: torture) digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan.
4 Siksaan Bersifat Psikis :
• Kebimbangan, siksaan ini terjadi ketika manusia sulit untuk menentukan pilihan yang mana akan meraka ambil dan mereka tidak ambil. Situasi ini sangat membuat psikis manusia tidak stabil dan butuh pertimbangan yang amat sangat sulit.
• Ketakutan, adalah suatu reaksi psikis emosional terhadap sesuatu yang ditakuti oleh manusia.
• Rasa takut ini dapat menimbulkan traumatik yang amat mendalam. Dampaknya manusia bisa kehilangan akal pikirannya dan membuat manusia berkejatuhan mental.
• Kesepian, merupakan perasaan sepi yang amat sangat tidak diinginkan oleh setiap manusia. Pada hakikatnya manusia itu adalah makhluk yang bersosial ,hidup bersama dan tidak hidup seorang diri.Faktor ini dapat mengakibatkan depresi kejiwaan yang berat dan merupakan siksaan paling mendalam yang menimpa rohani manusia
CONTOH-CONTOH SIKSAAN :
1. Neraka
Berbicara tentang neraka, kita selalu ingat kepada dosa. Juga terbayang dalam ingatan kita, siksaan yang luar biasa, rasa sakit dan penderitaan yang hebat. Jelaslah bahwa antara neraka, siksaan, rasa sakit, dan penderitaan terdapat hubungan yang tak dapat dipisahkan satu sama lain. Empat hal itu merupakan rangkaian sebab-akibat.
Manusia masuk neraka karena dosanya. Oleh karena itu, bila kita berbicara tentang neraka tentu berkaitan dengan dosa. Berbicara tentang dosa juga berbicara tentang kesalahan.
2. Rasa Sakit
Rasa sakit adalah rasa yang penderita akibat menderita suatu penyakit. Rasa sakit ini dapat menimpa setiap manusia. Kaya-miskin, besar-kecil, tua-muda, berpangkat atau rendahan tak dapat menghindarkan diri darinya. Orang bodoh atau pintar, bahkan dokter sekalipun.
Penderitaan, rasa sakit, dan siksaan merupakan rangkaian peristiwa yang satu dan lainnya tak dapat dipisahkan merupakan rentetan sebab akibat. Karena siksaan, orang merasa sakit; dan karena merasa sakit, orang menderita. Atau sebaliknya, karena penyakitnya tak sembuh-sembuh, ia merasa tersiksa hidupnya, dan mengalami penderitaan.
G. KEKALUTAN MENTAL
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar. Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental
adalah :
• Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
• Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
• Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita bais jasmana maupun rokhani
• Usaha mempertahankan diri dengan cara negative
• Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
a. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan social
b. Terjadinya konflik sosial budaya
c. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna
Bentuk frustasi antara lain :
1. Fiksasi; adalah peletakan pembatasan pada satu pola yang sama (tetap) misalnya dengan membisu.
2. Agresi berupa kamarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi hypertensi atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya.
3. Proyeksi; merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negative kepada orang lain.
4. Regresi adalah kembali pada pola perilaku yang primitive atau kekanak-kanakan.
5. Autisme; ialah menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasinya sendiri yagn dapat menjurus ke sifat yang sinting.
6. Narsisme; adalah self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari paa orang lain.
7. Identifikasi; adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya.
Penderitaan kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1. orang yang terlalu mengejar materi
2. anak-anak muda usia
3. wanita
4. kota – kota besar
5. orang yang tidak beragama
HAL-HAL POSITIF YANG DAPAT DITERAPKAN SEHARI-HARI KARENA RINGKASAN INI :
1. Tabah dengan penderitaan yang sedang dialami, tidak pantang menyerah
2. Selalu bersyukur dengan apa yang telah kita dapat
3. Selalu membantu orang lain yang mendapatkan penderitaan
4. Tidak membesar-besarkan penderitaan
5. Selalu memiliki pengetahuan yang luas dalam hal penderitaan
6. Selalu positive thinking dengan apa yang kita dapat
7. Membuat penderitaan itu merupakan sesuatu yang positif untuk kita dan menjadi bangkit dari keterpurukan
8. Selalu memakai pikiran kita dengan baik
9. Membuat penderitaan itu merupakan berkat dari Tuhan sebagai pikiran bahwa dengan penderitaan hidup dapat menjadi lebih berwarna. Tidak hanya rasa manis saja tetapi rasa pahit, asin, gurih, asam yang ada di dalam kehidupan kita
HAL-HAL NEGATIF YANG HARUS DIJAUHI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI KARENA RINGKASAN INI :
1. Jangan berfikir negatif tentang penderitaan yg kita hadapi
2. Jangan selalu melihat bahwa rumput di halaman orang lain lebih hijau dari pada rumput di halaman rumah kita maksudnya Jangan melihat bahwa kehidupan orang lain lebih indah daripada hidup kita, sebenarnya tanpa disadari hidup kita sudah indah
3. Jangan terlalu lama terpuruk dalam penderitaan
4. Jangan perpikiran negatif tentang penderitaan yg kita hadapi, anggap saja itu cobaan yang akan indah akhirnya.
5. Jangan selalu menilai bahwa hidup kita ini menderita, karena penderitaan itu adalah relatif. Maksudnya bahwa apa yang kita pikirkan tentang pengertian penderitaan itu pasti berbeda dengan pengertian dari orang lain
6. Jangan selalu berpikir bahwa orang yang menderita adalah orang yang tidak dapat berbuat apa-apa. Bangkitlah dengan penderitaan itu, tidak semua orang pernah mendapatkan penderitaan yang sama denganmu
7. Jangan pernah menilai bahwa penderitaan adalah pemberian dari Tuhan. Penderitaan adalah kita sendiri yang membuatnya. Kita yang menuai kita yang mendapatkan hasilnya
8. Jangan melampiaskan rasa kecewa karena penderitaan yang kita hadapi kepada orang lain
9. Jangan pernah menyusahkan orang lain
10. Jangan bersikap tidak peduli dengan penderitaan orang lain.
Langganan:
Komentar (Atom)